PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA BIMA SEBAGAI DAERAH TRANSIT WISATA ALTERNATIF
DOI:
https://doi.org/10.63232/p6m9yz69Keywords:
Tourism Development, Tourism TransitAbstract
Kota Bima memiliki potensi yang besar dan berpeluang dikembangkan sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di NTB bagian timur. Potensi pariwisata yang melimpah tersebut berupa potensi alam dan budaya yang berkembang di masyarakat Kota Bima. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengkaji potensi dan daya dukung yang dimiliki dan ingin menemukan strategi pengembangan pariwisata yang tepat untuk menjadikan Kota Bima sebagai daerah wisata transit alternative dan prospek pengembangan pariwisata di Kota Bima.
Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung di objek-objek wisata unggulan di Kota Bima. Teknik pengambilan sampel wisatawan digunakan cara Quota Sampling Method yaitu cara pengambilan sampel yang telah ditentukan /dijatah sebelumnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara berstruktur, kuesioner dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan SWOT.
Berdasarkan penelitian pengembangan pariwisata Kota Bima sebagai daerah transit wisata alternative dapat disimpulkan bahwa : 1). Sarana dan prasarana pariwisata di Kota Bima meliputi sarana kesehatan, transportasi, air bersih, energi, perbankan, pos, telekomunikasi, dan usaha sarana dan jasa pariwisata serta potensi daya tarik wisata di Kota Bima yang melimpah; 2). Strategi pengembangan Kota Bima sebagai daerah transit wisata alternatif terdiri atas strategi umum dan strategi alternatif. Strategi umum meliputi: strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Adapun strategi alternatif meliputi: pengembangan daya tarik wisata di Kota Bima, peningkatan keamanan, pengembangan prasarana dan sarana pariwisata, penetrasi pasar dan promosi daya tarik wisata, perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berbasis kerakyatan, serta pengembangan kelembagaan dan SDM pariwisata; 3). Program-program yang dirancang untuk pengembangan Kota Bima sebagai daerah tujuan wisata meliputi: program penyusunan blok kawasan, program pengembangan produk wisata, program inventarisasi daya tarik wisata, program peningkatan keamanan melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), pembangunan hotel berbintang, meningkatkan akses ke Kawasan Kolo, rencana pengembangan sarana wisata tirta, penyediaan fasilitas toilet dan kamar mandi umum, penyediaan ruang terbuka (open space), memperluas pangsa pasar, melakukan promosi melalui Biro Perjalanan Wisata, melakukan promosi melalui internet dan media lainnya, mendirikan TIC (Tourism Information Centre), melaksanakan pentas kebudayaan, pelestarian nilai sosial budaya, pemberdayaan masyarakat, membentuk lembaga pengelolaan daya tarik wisata, meningkatkan kualitas SDM pariwisata, serta mengadakan kampanye sadar wisata dan sosialisasi sapta pesona
References
Assauri, Sofyan. 1987. Manajemen Pemasaran: Dasar Konsep dan Strategi. Jakarta: Rajawali Pers
Haryono. 2003. Potensi Taman Nasional Baluran Sebagai Objek Wisata Alam di Kabupaten Situbondo. Jember: Penelitian Dikti Akademi Pariwisata Muhammadiyah Jember.
Juhanda. 2003. Sumberdaya Manusia Lembaga Dan Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata di Kabupaten Bondowoso. Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Bondowoso.
Kotler, Philip. 1993. Marketing Places: Attracting Invesment, Industry and Tourism to Cities,States and Nations. The Free Press, New York.
Pendit, Nyoman S. 1990, Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita
Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada. 2003. Rencana Induk Pengembanga Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Sumba Barat . Jogyakarta.
Singarimbun Masri dkk. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: Gramedia
Setiawan, Agus. 2004. Peranan Partisipasi Masyarakat Sumber Rejo Dalam Kegiatan Pariwisata di Objek wisata Pantai Watu Ulo Kabupaten Jember. Jember: AKPAR Muhammadiyah Jember
Sirajuddin. 2004. Prospek Pengembangan Objek Wisata Gunung Rembangan Sebagai Objek wisata Alam di Kabupaten Jember. Jember: AKPAR Muhammadiyah Jember
Undang – Undang Otonomi Daerah. 1999. Bandung: Citra Umbara
Wahyudi, Hendro. 2003. Prospek Pengembangan Kawah Ijen Sebagai Objek Wisata Alam di Kabupaten Situbondo. Jember: Penelitian Dikti Akademi Pariwisata Muhammadiyah Jember.
World Tourism Organization (WTO).1998. Guide for Local Authorities on Developing Sustainable Tourism. ---- WTO
Yoeti, Oka, 1997, Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNEY: Journal of Social Sciences, Humanities and Tourism Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities the right of publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and publication in this journal.
Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) after the publication process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









